MTSN1PRABUMULIH.SCH.ID Berita MTs Negeri 1 Kota Prabumulih Gelar Pembelajaran Praktis Pengurusan Jenazah dalam Pesantren Ramadhan

MTs Negeri 1 Kota Prabumulih Gelar Pembelajaran Praktis Pengurusan Jenazah dalam Pesantren Ramadhan

Prabumulih, Inmas

19 Maret 2025 – ari ketiga kegiatan Pesantren Ramadhan di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih membahas materi krusial tentang Pengurusan Jenazah , disampaikan oleh Ust. Askarudin, S.Ag. , narasumber kompeten dari lingkungan madrasah. Acara yang berlangsung di Halaman Kampus A mulai pukul 07.30 WIB hingga 10.15 WIB ini diikuti antusias oleh seluruh peserta didik dan dewan guru.

Materi Teori dan Praktik Pengurusan Jenazah
Sebelum penyampaian materi utama, peserta didik bersama-sama melaksanakan tadarus Al-Qur’an sebagai tradisi pembuka kegiatan harian. Ust. Askarudin kemudian menjelaskan langkah-langkah pengurusan jenazah secara detail, mulai dari tahap persiapan, prosesi cuci mayat, kafan, hingga pelaksanaan sholat jenazah. Materi ini disampaikan dengan bahasa sederhana dan dipadukan dengan contoh praktis menggunakan alat-alat simulasi.

“Pemahaman tentang pengurusan jenazah tidak hanya penting sebagai bagian ibadah, tetapi juga untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan sikap yang bijak dan tenang,” terang Ust. Askarudin saat sesi tanya-jawab.

Praktik Langsung: Dari Memandikan hingga Sholat Jenazah
Setelah sesi teori, peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melakukan praktik pengurusan jenazah . Mereka belajar cara memandikan, mengkafani, serta melaksanakan sholat jenazah dengan bimbingan langsung dari narasumber. Aktivitas ini mendapat apresiasi karena memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam memahami ritual agama.

Tujuan Pendidikan Karakter dan Persiapan Spiritual
Kegiatan ini sejalan dengan visi MTs Negeri 1 Kota Prabumulih untuk mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi segala situasi hidup . Kepala Madrasah, Drs. Mhd Dian Hidayatullah, M.Si., menegaskan bahwa materi pengurusan jenazah bukan hanya sekadar ilmu formal, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan spiritual.

“Kita ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata dengan sikap yang arif dan empatik,” ucapnya. (RM)

14 Likes

Author: adminweby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *